Senin, 11 Juni 2012

Psikologi Massa & Kondisi Masyarakat di Indonesia


Psikologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai tingkah laku manusia.
Psikologi massa merupakan cabang dari psikologi sosial yang mempelajari perilaku massa.
Massa menurut GUSTAV LE BON (Pelopor psikologi massa) adalah sekumpulan orang banyak yang mengadakan hubungan untuk sementara waktu karena minat atau kepentingan bersama yang sementara pula.
Contoh : orang yang menonton pertandingan sepak bola, menonton bioskop, dsb.


MASSA MERUPAKAN KUMPULAN INDIVIDU YANG KEHILANGAN INDIVIDUALITASNYA
Peraturan, norma agama, norma sosial, adat istiadat mengekang sifat dan tindakan-tindakan tertentu.
         mudah tersinggung, agresif, impulsif, sentimen, irrasional, dll.
Sifat-sifat yang terpendam pada diri individu seakan-akan diajak keluar untuk menyatakan dirinya dengan leluasa karena di dalam massa sensor tindakan tertutup.
Oleh karena itu, di dalam massa orang sering melakukan tindakan-tindakan yang tak terkekang.

KARAKTERISTIK MASSA
  1. Adanya kekuatan yang kompleks baik energi, fisik, dana, psikis dan kekuatan ini mempunyai dinamika tersendiri yang tidak dapat dikendalikan.
  2. Sangat kental unsur kolektifitasnya terjadi tanpa perencanaan dan unsur emosionalnya sangat mendasar.
  3. Intelegensi dari massa instinktif.
  4. Kesadaran menurun dikarenakan sensornya praktis tidak ada, sehingga sukar dikendalikan.
  5. Terjadinya regresi yang menimbulkan tindakan-tindakan yang besifat primitif.
  6. Sifatnya yang dominan adalah agresif dan destruktif.
  7. Sensitif/mudah tersinggung.
  8. Tidak ada rasa takut.
  9. Adanya faktor pemuasan diri.
  10. Massa mudah menerima sugesti dari luar.
  11. Tidak rasional (dalam melakukan sering tidak rasional).
  12. Adanya penguatan massa (perbuatan yang dilakukan seseorang akan didukung oleh anggota masa yang lain).

PERBEDAAN MASSA (Mennicke, 1948)
Massa Abstrak : sekumpulan orang yang didorong oleh adanya persamaan minat, perhatian, kepentingan, tujuan, dan tidak ada struktur yang jelas.
Massa Kongkrit
         Memiliki ikatan batin karena persamaan tujuan dan ide.
         Mempunyai persamaan norma atau aturan yang mereka tetapkan sendiri.
         Mempunyai struktur yang jelas, dan didalamnya telah ada pimpinan tertentu, cth. demo buruh yang digerakkan oleh SPSI

PERKEMBANGAN MASSA
Massa bergerak dalam jumlah besar hampir di seluruh kota, bisa diawali melalui pemahaman, pengembangan kerumunan (crowd) yang secara simultan (serentak) ataupun secara suksesif (berturutan)

KONDISI YANG DAPAT MEMBENTUK PERILAKU MASSA (SMELSER)
Kesesuaian struktural (structural conduciveness). Struktur masyarakat dapat menunjang atau menghalangi munculnya perilaku kolektif.
         Masyarakat tradisional yang sederhana lebih sulit melahirkan perilaku kolektif dibandingkan dengan masyarakat modern.
Ketegangan struktural (structural strain)
         Pencabutan hak dan kekhawatiran akan hilangnya sesuatu merupakan akar penyebab munculnya perilaku kolektif.
         Perasaan adanya ketidakadilan mendorong banyak orang melakukan tindakan ekstrem.
         Kelompok sosial bawah tertekan.
         Kelompok sosial atas takut kehilangan hak istimewanya.
Pandangan yang sama mengenai sumber ancaman, jalan keluar, dan cara mencapai jalan keluar. Cth: Kampanye, Propaganda, dsb.
Faktor pemercepat (precipitating factors), suatu peristiwa dramatis atau desas desus yang mempercepat munculnya perilaku kolektif. Cth: ada teriakan” polisi kejam” pd masyarakat yang kebencian rasialnya tinggi, dapat mengakibatkan kerusuhan/pengerusakan.
Mobilisasi tindakan, adanya pergerakan massa. Cth: aksi buruh, rapat umum suatu ormas, dsb.
Pelaksanaan kontrol sosial kurang baik. Dimana semua faktor tersebut dapat dipengaruhi oleh pemimpin, kekuatan polisi, propaganda, dll.

FAKTOR YANG MENENTUKAN TERJADINYA PERILAKU KOLEKTIF
  1. Adanya desas desus (berita yang menyebar secara cepat dan tidak berdasarkan fakta, namun orang cenderung mempercayai).
         Suatu desas desus dapat menjadi legenda bila:

  • Memiliki daya tarik yang kuat.
  • Didasari oleh anggapan umum tentang apa yang mungkin akan terjadi.
  • Memberikan pendidikan pada orang lain.

  1. Propaganda (mempengaruhi dan meyakinkan kepada publik).
         Syarat-syarat keberhasilan propaganda :
  • Tidak memberikan alternatif (tidak memberi kesempatan kepada publik untuk berpikir).
  •  Manipulasi kepercayaan (pemutarbalikan fakta).
         Tipe Propaganda :
n  Tipe progresif yaitu mengubah sasaran dari statis menjadi dinamis.
n  Tipe reaksioner (menyerang pendirian lawan dengan mematahkan semangat lawan).
n  Tipe konservatif (mempertahankan sikap/pendirian lama).
  1. Agitasi (menghasut ).
         Cth: mengobarkan kebencian.
  1. Public opinion (pendapat umum).
         Cth: diskusi, berdebat , dsb.
  1. Prasangka sosial/negatif  (tindakan diskriminatif terhadap orang/kelompok).
         bisa muncul apabila terjadi frustasi, kurang informasi, otoriter, tidak toleran, dsb.

PROSES DINAMIKA MASSA
n  Fase warming up (pemanasan).
         Fase persiapan pengumpulan orang (jumlah orang) yang akan turut mengikuti kegiatan tersebut.
         Fase pemupukan kemauan dan keberanian individu dalam suatu kelompok.
         Fase untuk meningkatkan/membakar emosi massa dengan menggunakan kata-kata, yel-yel, atau slogan-slogan untuk membangkitkan motivasi massa untuk mencapai tujuan.
n  Fase agresif.
         Mulai timbul sifat dan sikap histeris, massa mulai gelisah, emosi mulai terbakar, dan hidup dalam ketegangan.
         Kekuatan massa yang timbul dapat bersifat destruktif dan offensive. Timbulnya sifat tersebut memerlukan penyaluran yang benar dan dasar yang jelas.
         Selanjutnya peredaan ketegangan dan kemarahan telah tersalurkan dan akan menuju ke massa vakum.
n  Fase vakum (kekosongan).
         Setelah ketegangan dan kemarahan tersalurkan, secara sadar ada pengendalian moral dan fisik, rasionya mulai jalan seperti biasa, sehingga timbul kekosongan.
         Pada saat kekosongan ini sangat mudah terjadi perpecahan kekuatan massa, mudah timbul infiltrasi dan terjadi adu domba, dll. Selanjutnya diperlukan pemimpin yang bijaksana.
         Kembali ke fase Warming Up, dst.

MACAM-MACAM MASSA
n  Massa aktif adalah massa yang cenderung untuk melakukan tindakan secara serentak, baik tindakan merusak atau tindakan yang revolusioner. Cth:kasus kerusuhan Mei 1998 akibat krisis multidimensi yang berkepanjangan menjelang turunnya Presiden Suharto.
n  Cara mengatasi massa aktif secara prefentif :
n  Mengadakan santiaji secara terus-menerus khususnya mengenai tanggung jawab individu kepada masyarakat.
n  Menyebarkan publikasi di tempat yang lebih luas tentang larangan timbulnya suatu massa
n  Pengawasan melekat.
n  Cara-cara mengatasi massa yang aktif secara kuratif :
n  Tindakan fisik, menggunakan gas air mata, penggunaan air berwarna, dsb.
n  Tindakan psikologis, dengan menggunakan orang yang mempunyai otoritas kekuasaannya, orang yang demikian dapat meredakan massa.
n  Massa ekspresif adalah massa yang bersama-sama melepaskan tekanan jiwa dalam bentuk tertentu.
n  Massa menyanyi mengenang pengorbanan tokoh pahlawan.
n  Nada saat berpidato mula-mula pelan perkataan demi perkataan tenang, kemudian cepat, dan lambat laun digunakan dan diubah dengan kata-kata yang pendek serta diajukan pertanyaan pertanyaan yang jawabannya sudah diketahui.
n  Penggunaan pengeras suara, bunyi-bunyian, bendera-bendera, gambar, warna yang menyolok, hal ini dapat menimbulkan massa yang ekspresif. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Psikologi Massa & Kondisi Masyarakat di Indonesia

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai tingkah laku manusia. Psikologi massa merupakan cabang dari psikologi sosial yang mem...